Kamis, 21 Oktober 2010

Batu-bata kita, adakah di bangunan itu?

kita adalah da'i sebelum menjadi apapun! kalimat itu telah kudengar bertahun-tahun yang lalu. dan jujur selama ini kalimat itu hanya menjadi penghias dinding kamar, atau pelengkap tatkala menuliskan motto hidup pada biodata. namun, tak pernah makna dari kalimat itu membenam jauh di kedalaman jiwa, yang kemudian menerbitkan amal-amal kebaikan yang memberikan sumbangsih guna membangun peradaban islami.

jadi malu (teramat malu malah) saat ingat berapa kali menolak panggilan dakwah dengan berbagai alasan. mencari-cari pembenaran agar alasan itu terlihat syar'i dimata manusia. padahal sebenarnya hanya malas saja. betul! karena malas. perjalanan jauh yang melelahkan, medan jalan yang tidak menyenangkan, panas terik dan hujan yang malas untuk diterjang. astagfirullah....

bangga sekali saat diri ini disebut aktivis dakwah. seorang akhwat! ternyata... itu hanya label! label yang menempel pada wadah yang kosong. wadah yang tidak dapat memberi apapun pada gelas-gelas disekitarnya karena tidak mempunyai isi.

duhai... betapa malunya.
pada diri sendiri dan pada Allah. mengaku cinta pada Allah dan rasulNya. tapi malas mengemban risalah yang Rasul bawa. cukup berpuas diri dengan gelar yang diberikan manusia. wahai diriku yang mengaku sebagai pengemban risalah dakwah ini. apakah pantas kau menyandang gelar itu sedang takada satupun batu-bata yang kau sumbang untuk membangun peradaban ini?

betapa banyak kata yang kau tulis untuk memetaforakan perjuangan yang kau anggap hebat berapa banyak kalimat hebat yang kau ucap agar terlihat tawadhu dimata manusia?

wahai diri... tidak malukah engkau? hapuskan kata tidak siap dalam kamusmu. enyahkan kata lelah dalam tiap perjalananmu. bergeraklah...bergeraklah... berikan bahan yang terbaik untuk membangun peradaban ini....

meski lelah sangat
meski manusia lain tiada yang tahu
meski airmata kerap tertumpah....
meski sendirian....
teruslah bergerak, bersama kebenaran.... Allah bersama kita....
(buat diriku yang seringkali mengeluh tak tahu diri)

0 komentar:

Posting Komentar